PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH)

Pendahuluan
       Penelitian tindakan kelas (PTK) berasal dari istilah Classroom Action Research, yang berarti penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk mengetahui akibat tindakan yang diterapkan pada suatu subjek penelitian di kelas tersebut. Dengan demikian, yang menjadi subjek penelitian adalah situasi di kelas atau individu siswa. Kelas-dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik- yakni sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula (Arikunto, 2006 ).


       Untuk menunjang pelaksanaan PTK, guru perlu menyusun usulan atau proposal PTK. Penyusunan proposal PTK itu dapat mengikuti sistematika proposal atau usulan PTK dari Depdiknas (Direktorat Profesi Pendidik, 2006) berikut ini.
Sistematika usulan penelitian tindakan kelas (PTK)
A. JUDUL PENELITIAN
B. BIDANG KAJIAN
C. PENDAHULUAN
D. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
     1. Perumusan Masalah
     2. Pemecahan Masalah
     3. Tujuan Penelitian
     4. Manfaat Penelitian
E. KAJIAN PUSTAKA
F. METODE PENELITIAN
G. JADWAL PENELITIAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN:
1. Daftar Pustaka
2. Lain-lain
Penjelasan secara ringkas sistematika usulan PTK
       Judul penelitian hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti, tindakan untuk mengatasi masalah itu, dan nilai kemanfaatannya.
       Pada bidang kajian, tuliskan bidang kajian yang sesuai dengan masalah yang akan diteliti. Bidang kajian PTK a.l. adalah: 1) pembelajaran siswa di sekolah (termasuk di dalam tema ini antara lain: masalah belajar di kelas, kesalahan pembelajaran miskonsepsi, dan lainnya), 2) desain dan strategi pembelajaran di kelas (termasuk dalam tema ini: masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran, implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran, interaksi di dalam kelas, dan lainnya), 3) alat bantu, media, dan sumber belajar (termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah penggunaan media, perpustakaan, sumber belajar di dalam/luar kelas),  4) sistem evaluasi (termasuk dalam tema ini antara lain: masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran, pengembangan instrumen evaluasi berbasis kompetensi), dan 5) implementasi kurikulum (termasuk dalam tema ini antara lain: masalah implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), interaksi guru-siswa, siswa-bahan ajar, dan siswa-lingkungan pembelajaran).
       Pada bagian pendahuluan kemukakan secara jelas masalah yang diteliti berupa sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah dan diagnosis oleh guru di sekolah. Masalah yang akan diteliti merupakan suatu masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan, serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu, biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Setelah masalah penelitian didiagnosis, selanjutnya perlu dilakukan indentifikasi secara cermat akar penyebab masalah tersebut. Penting juga untuk digambarkan situasi kolaboratif antar anggota peneliti dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut. Di samping itu prosedur dan alat yang digunakan dalam melakukan tindakan perlu dijelaskan secara sistematis. Masalah hendaknya nyata, guru berwenang untuk memecahkan, mendesak untuk dipecahkan, dapat dilakukan dilihat dari segi waktu, dan daya dukung.
       Pada perumusan dan pemecahan masalah beberapa hal yang diuraikan adalah sebagai berikut.
1. Perumusan Masalah
     Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. Dalam rangka perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan dalam penelitian. Rumusan masalah seyogyanya menggunakan kalimat tanya, dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan diambil dan hasil positif yang diharapkan.
2. Pemecahan Masalah.
     Dalam mengajukan alternatif tindakan pemecahan masalah agar diuraikan pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas. Cara pemecahan masalah menunjukkan akar penyebab timbulnya masalah dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah.
3. Tujuan Penelitian
     Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dilakukan dengan mendasarkan pada permasalahan yang telah dirumuskan pada bagian sebelumnya. Tujuan umum dan khusus (kalau diperlukan) diuraikan dengan jelas, sehingga tampak indikator keberhasilannya.
4. Manfaat Penelitian
     Uraikan manfaat penelitian sehingga tampak potensial untuk perbaikan pendidikan dan/atau pembelajaran di kelas, sehingga tampak manfaatnya bagi siswa, guru, maupun komponen pendidikan lain di sekolah. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini.
       Bagian berikut adalah kajian pustaka. Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang relevan yang dapat dipakai sebagai acuan, agar dijadikan landasan untuk menunjukkan ketepatan tentang tindakan (intervensi) yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Pada bagian akhir dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan tingkat keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi.
       Pada metode penelitian, uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan setting, objek, waktu, dan lokasi penelitian secara jelas. Prosedur agar dirinci dari perencanaan, tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklus. Kemukakan cara pengumpulan data, dan alat yang akan digunakan secara jelas dan terinci. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan tingkat keberhasilan yang akan dicapai dalam penelitian tindakan tersebut. Jumlah siklus diupayakan lebih dari satu siklus, meskipun harus diingat juga jadwal kegiatan pembelajaran di sekolah tempat penelitian dilakukan.
       Jadwal kegiatan penelitian meliputi persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk bar chart atau matriks. Jadwal kegiatan penelitian disusun maksimal selama 4 bulan.
       Pada bagian lampiran-lampiran, cantumkan daftar pustaka. Tuliskan sumber-sumber pustaka secara konsisten menurut model APA, MLA atau TURABIAN. Lampirkan juga dokumen lain yang dianggap perlu seperti rancangan materi atau model yang akan dilakukan.
Penutup
       Tentu banyak masalah yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran di kelas yang ditemui para guru. Masalah-masalah itu merupakan tantangan, namun sekaligus merupakan peluang bagi guru untuk memecahkannya. Melaksanakan PTK merupakan bagian dari upaya nyata yang dapat dilakukan guru untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru di kelas. Untuk itu, penyusunan proposal PTK dapat dijadikan ’pemicu’ atau ’pemantik api’ semangat melaksanakan PTK. Semoga … (Pirdaus).

Rujukan:
Arikunto, Suharsimi, Suharjono, dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi  Aksara.
Direktorat Profesi Pendidik. 2006. Pedoman Pelaksanaan Pemberian Block Grant Kegiatan Pengembangan Profesi Guru Berupa Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Direktorat Profesi Pendidik, Depdiknas.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 2004. Pedoman Penyusunan Usulan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) Tahun Anggaran 2005. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: